Latest Tweets:

Our Recording Session

Hi, guys! Lama ga manggung bikin FnS ga ada interaksi sama orang2 deh. Sebenernya ide untuk bikin postingan ini udah agak lama, tapi baru inget sekarang, mumpung lagi ada yang mau nulis juga (btw, ini yang nulis salah satu personel yg TAnya lagi super duper stuck- haha pathetic).

Recording session = sesi rekaman. Dari jaman pertama kita berlima ada, tepatnya November 2007, kita memutuskan untuk rekaman di rumah Luthfan aja. Banyak orang yg bertanya-tanya sekeren apa studio di rumah Luthfan karena kita terus-terusan rekaman disitu, believe it or not, studio Luthfan itu super duper sophisticated! If you guys are expecting for high-tech and brand new recording processor, great speaker, lalalaa, you are wrong! Hehehe. Kita menerapkan prinsip ekonomi, dengan low cost dan high profit, tapi tentunya tanpa mengesampingkan kualitas :p Maksudnya, proses rekaman kita ini bener-bener sederhana tapi hasilnya bisa maksimal.

Oke, kita bocorin ya, ini rahasia dari proses rekaman kita, pssst jangan bilang siapa-siapa ya! -naon.

Kita rekaman di kamarnya Luthfan, berbekal 1 perangkat komputer milik Luthfan, alat-alat musik: gitar akustik + elektrik, efek gitar, djembe (dan sekarang punya cajon), bass, mic, kabel, soundcard, synthesizer yang berguna sebagai soundcard, headphone, speaker, mouse. meja dan lampunya.

Gak cuma itu, ada barang-barang lain yang juga dibutuhkan dalam membantu proses ini, seperti:

  • tempat tidur Luthfan yang super nyaman; ini buat gantian tidur pas lagi nunggu take
  • koleksi komik childhood-nya Luthfan yang buat mengisi kejenuhan kalau lagi ga pengen tidur
  • CEMILAN, is a must! Mulai dari kerupuk-kerupukan, sampai keripik balado kesukaan si Devi, padahal anaknya gampang sakit tenggorokan dan dia mau take vokal.
  • kertas contekan, entah berisi lirik ataupun chord lagunya hehe
  • spidol, untuk corat-coret si kertas contekan
  • air minum, yaiya buat minum, masa buat mandi -_-

Proses rekamannya sederhana, tapi harus teliti, thanks to Luthfan yang ngutak-ngatik sedemikian rupa :D Kita masing-masing take trus ntar digabungin deh sama Luthfan. Proses taking paling lama biasanya di Devi yang sering lupa lirik atau nada tiba-tiba keimprove sendiri dan bikin Della & Piji protes dan juga nadanya kurang pas pitchnya, dan juga di Luthfan yang improve nguingnguing untuk dapet melodi gitar yang catchy, seringnya Luthfan mesti nunggu moodnya dulu biar enak buat take. Kalo ga pasti liar dia, apalagi kalo udah ampe jam 4 pagi.

Paling lucu pas kita take untuk Hai Dunia, yang jadi jingle ITB Fair. Itu lagu bener-bener semaleman kita bikin rame-rame keroyokan; mulai dari lirik sampai finishingnya, sampai harus nginep di rumah Luthfan 5-5nya. Jangan mikir aneh-aneh karena si vokalis kita cewe, ya, haha, dia malah gamau tidur di kasur, dan memilih tidur di karpet. Adit tidur di lantai, Piji sama Della tidur di kasur, Luthfan ngedit dan take gitar sampai sekitar jam 4 pagi. Besoknya? Tewas semua tidur seharian. Tapi, Alhamdulillah lagunya menang lomba jinglenya :D (well, cerita lengkapnya akan di post di lain hari ya guys).

PS: Ini beberapa foto waktu kita re-take Show Me The Way sama More Than Welcome, hope you like it :)

Piji, biasanya dia yg pertama take diantara yg lain

Adit yang lagi serius ngobrol sama Luthfan masalah take, dan Devi yang desperate nunggu giliran take sampe bosen baca Doraemon

yang 3 serius, yang 1 baca komik, yang 1 lagi? Motoin yang berempat!

Della and Luthfan

ini dia kertas lirik contekan!

Della ngantuk, tapi pura-pura baca komik, takut dimarahin Luthfan soalnya ga setiakawan kalo tidur hahaha ga deng.

nah kalo yg ini bolu pisang paling enak, dimakan selagi hangat, nyummy!

eaaa, ketauan deh yg kerjaannya makan siapa!

  1. nadyadevi reblogged this from fruitnsalads
  2. fruitnsalads posted this